UNEJ Hadiri Forum Resiko Bencana Internasional di Swiss

Jember, 22 Mei 2013

UNEJ Hadiri Forum Resiko Bencana Internasional di Swiss

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Kebencanaan, LEMLIT- UNEJ mendapat kehormatan dengan menjadi anggota delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam pertemuan Global Platform ke-4 (19-23/5).  Global Platform untuk Pengurangan Risiko Bencana merupakan suatu forum pertemuan tingkat global bagi para pemangku kepentingan pengurangan risiko bencana dari negara, yang diselenggarakan oleh United Nations International Strategy for Disaster Risk Reduction (UNISDR) setiap dua tahun sekali sejak tahun 2007.
Delegasi Indonesia di Pimpin oleh Dr. Syamsul Ma’arif, selaku pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Termasuk dalam Delegasi RI adalah perwakilan dari berbagai stakeholder terkait dengan kebencanaan, seperti  UNDP, AIFDR, beberapa Private Sektor (PT. Sampurna, Artha Graha), BNPB, Perwakilan dari beberapa BPBD, Kementerian Kesehatan, dan Universitas. Perwakilan Universitas diwakili oleh Universitas Jember dan Universitas Hankam. UNEJ diwakili oleh Dr. Indarto, selaku Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Kebencanaan, LEMLIT- UNEJ.
Dr. Indarto menjelaskan fungsi utama dari Global Platform Sesi Ke-4 ini adalah untuk bertukar pengalaman, informasi, keahlian, inovasi dan saling berdiskusi mengenai hal-hal yang dapat mendukung implementasi Kerangka Aksi Hyogo. Sekaligus untuk melanjutkan momentum yang telah dibangun dalam Global Platform Sesi ke-3.
Dalam Global Platform Sesi ke-3 yang diselenggarakan pada tahun 2011 yang lalu, para peserta menyepakati bahwa tidak hanya masyarakat dan pemerintah lokal, tetapi juga kelompok masyarakat sipil, anak-anak dan remaja, akademisi serta lembaga usaha harus terlibat dalam implementasi Kerangka Aksi Hyogo/Hyogo Framework for Action (HFA).
Indonesia, sebagai salah satu negara yang turut meratifikasi Kerangka Aksi Hyogo juga telah melaksanakan upaya-upaya pengurangan risiko bencana dan bahkan capaiannya telah mendapat apriesiasi di dunia internasional, dengan adanya penganugerahan “Global Champion for Disaster Risk Reduction” yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki-moon kepada Presiden Republik Indonesia, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, pada Global Platform ke-3 bulan Mei 2011.
Menurut Dr. Indarto hal tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia, namun sekaligus menjadi tantangan untuk semakin meningkatkan upaya implementasi pengurangan risiko bencana yang memberikan dampak nyata dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana. (Dr. Indarto/did)

0 komentar: